oleh

Kuli Tinta Berharap Pendapat Advetorial Ikut Naik Imbas Kenaikan BBM

SUARAEMPATLAWANG.COM

Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) para pengiat pers yang menggantungkan hidupnya dari industri media massa berharap harga belanja publikasi berupa iklan dan advetorial akan meningkat.

Menurut beberapa insan pers, saat ini seluruh kebutuhan hidup mengalami peningkatan harga sebagai efek domino dari naiknya harga BBM.

Maka, penghasilan masyarakat juga mestinya harus ditingkatkan. Tak terkecuali para pekerja media. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan mereka.

“Sekarang seluruh kebutuhan rumah tangga naik. Oleh karenanya pemerintah diminta turut mempertimbangkan untuk mendongkrak penghasilan masyarakat. Jika tidak, maka angka kemiskinan akan terus bertambah,” tutur SI salah seorang wartawan nasional.

Saat ini, beberapa sektor mulai menyesuaikan harga. Dari tarif mobil, harga sembako. Maka, sudah menjadi suatu keharusan jika harga belanja publikasi iklan dan advertorial juga naik.

“Para pekerja media massa menggantungkan hidupnya dari sumber utama penjualan iklan dan advertorial. Sedangkan biaya makan dan bensin sudah naik.  Jika tak ada penyesuaian harga langganan, iklan dan publikasi advertorial, maka bukan tak mungkin akan banyak media massa yang tak bisa lagi survive, dan atau justru menempuh cara-cara yang melawan hukum dan melanggar etika profesi,” ucap jurnalis pria berambut gondrong, Jumat, (9/9/2022).

Oleh karenanya, para mitra media massa, terutama pemerintah, mutlak harus melakukan penyesuaian harga publikasi tersebut, dan segera membuat dasar aturan. Termasuk memperbaharui Surat Perjanjian Kerjasama (SPK).

“Jangan sampai pemerintah seakan maunya menjual (BBM) dengan harga mahal, tapi giliran membeli (publikasi iklan) maunya harga murah. Ini zholim namanya !” tegas Roy.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.