SUARAEMPATLAWANG.COM
TEBING TINGGI – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) secara resmi menyerahkan bantuan dana pendamping untuk pengembangan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat SMP. Penyerahan bantuan ini berlangsung khidmat di Ruang Kerja Kepala Dinas Dikbud.
Bantuan ini diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Dikbud, Drs. Jhon Heri, melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, Albaihaki, S.Kom, MM, dengan didampingi oleh Kabid GTK, Yenki Yunarda, S.Pd. MM.
Komitmen Peningkatan Mutu Pendidik
Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam memfasilitasi para guru untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik mereka. Sekretaris Dinas Pendidikan, Albaihaki, menjelaskan bahwa dana pendamping ini diprioritaskan untuk menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan kolektif guru yang sempat terkendala operasional.
”Dana pendamping ini adalah stimulus agar MGMP lebih produktif. Kita ingin para guru memiliki wadah untuk berbagi praktik baik dan memecahkan kendala pembelajaran di kelas secara bersama-sama,” ujar Albaihaki di sela-sela kegiatan.
Fokus 9 Mata Pelajaran di Tahap Awal
Pada tahun anggaran ini, dana pendampingan dialokasikan untuk 9 mata pelajaran utama yang tergabung dalam MGMP SMP. Fokus pada 9 mapel ini merupakan langkah awal dari transformasi pendidikan yang merata di Empat Lawang.
Kabid GTK, Yenki Yunarda, menambahkan bahwa kebijakan ini akan dilakukan secara berkesinambungan. Beliau memastikan bahwa guru mata pelajaran lain tidak perlu khawatir mengenai dukungan serupa.
”Tahun ini kita mulai dengan 9 mapel sebagai proyek percontohan penguatan kompetensi. Untuk mata pelajaran lainnya, sudah kami petakan dan akan dianggarkan secara resmi pada tahun anggaran berikutnya,” tegas Yenki Yunarda.
Harapan Kedepan
Dengan adanya dana pendamping ini, Dinas Dikbud berharap indeks pembangunan manusia (IPM) melalui sektor pendidikan di Empat Lawang terus meningkat. MGMP diharapkan mampu melahirkan inovasi metode ajar yang menyenangkan dan relevan dengan Kurikulum Merdeka, sehingga berdampak langsung pada kualitas kelulusan siswa SMP di seluruh Kabupaten Empat Lawang.