SUARAEMPATLAWANG.COM
EMPAT LAWANG – Upaya Polsek Pendopo dalam menekan angka kejahatan jalanan (begal) di wilayah hukumnya justru menuai polemik di media sosial. Sebuah video yang mempermasalahkan lokasi penugasan anggota kepolisian viral dan membangun opini negatif, meski langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur rutin demi keamanan masyarakat.
Sejumlah pihak, termasuk Camat dan beberapa Kepala Desa, menyayangkan tindakan masyarakat yang mendokumentasikan kegiatan preventif tersebut dengan narasi yang kurang tepat. Video tersebut dinilai menyudutkan aparat dan menciptakan citra seolah-olah anggota Polsek Pendopo tidak profesional dalam bertugas. Padahal, kegiatan yang berlangsung di perbatasan Desa Gunung Merasa Baru dan Desa Manggilan tersebut bertujuan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di area-area rawan.
Kapolsek Pendopo, Iptu Alisyahbana Harahap, SH, melalui Kanit Reskrim Ipda Yandri Ismir, S.Kom., M.H., menegaskan bahwa kegiatan pada Senin (09/02/2026) tersebut telah sepenuhnya sesuai prosedur. Menanggapi kritik dari konten kreator Riduwan Efransyah terkait pemilihan lokasi di Tikungan Manggilan, pihak kepolisian memberikan penjelasan teknis: Titik Rawan: Lokasi tersebut dipilih karena berdasarkan informasi masyarakat, terduga pelaku kejahatan sering terlihat berkumpul di sana. Jalur Pelarian: Lokasi merupakan perlintasan pelarian yang tembus ke daerah Kepiul. Catatan Kriminal: Terdapat sekitar 16 laporan kepolisian yang pernah masuk terkait kejadian di wilayah tersebut.
Meski video tersebut sempat memicu pro-kontra, dukungan mengalir dari para tokoh masyarakat. Mereka meminta jajaran Polsek Pendopo dan Polres Empat Lawang tidak surut semangat dalam menjaga keamanan warga.
“Kami tetap mendukung kepolisian. Keamanan jauh lebih penting daripada sekadar konten media sosial yang tidak memahami kondisi keamanan di lapangan,” ungkap Sahidan Jauhari Pemilik Rumah Makan Pondok Biru.
