Sudah Tunggu Dua Jam Kasi Intel Kejari Empat Lawang Tidak Temui Awak Media

SUARAEMPATLAWANG.COM

​EMPAT LAWANG – Kekecewaan mendalam diutarakan oleh Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) Kabupaten Empat Lawang, berinisial LK, terhadap pelayanan publik di Kejaksaan Negeri (Kejari) Empat Lawang. Hal ini menyusul insiden “diabaikannya” awak media yang hendak melakukan konfirmasi resmi pada Kamis (05/03).

​Kejadian bermula saat LK mendatangi kantor Kejari Empat Lawang sekitar pukul 11.00 WIB dengan tujuan menemui Kasi Intelijen, Ricky Indra Gunawan, untuk melakukan konfirmasi terkait suatu pemberitaan. Namun, hingga pukul 13.20 WIB, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

​Meskipun telah menunggu selama lebih dari dua jam, pihak Kasi Intel tetap tidak kunjung menemui awak media yang hadir, tanpa ada alasan atau penjelasan yang jelas dari pihak keamanan maupun staf kantor.

​LK menyayangkan sikap tertutup tersebut, mengingat sebelumnya Kasi Intel Ricky Indra Gunawan pernah melontarkan pernyataan di media lokal bahwa dirinya berkomitmen membangun komunikasi yang baik dan terbuka dengan insan pers.

​”Saya baru bertugas di sini, jadi mohon bantuan dari kawan-kawan wartawan sebagai mitra Kejari,” ungkap Ricky sebagaimana dikutip dari pemberitaan sebelumnya.

​Menurut LK, kenyataan di lapangan berbanding terbalik dengan slogan kemitraan yang sempat digaungkan tersebut.

​”Slogan Kasi Intel yang katanya ingin berkolaborasi dengan awak media ternyata diduga hanya hoax belaka. Buktinya, saat kami datang untuk konfirmasi, kami justru dibiarkan menunggu berjam-jam tanpa ditemui sama sekali,” ujar LK dengan nada kesal.

​Ketua IWO-I Empat Lawang ini menilai tindakan tersebut mencederai semangat keterbukaan informasi publik. Ia menegaskan bahwa wartawan adalah mitra strategis pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberikan edukasi serta informasi kepada masyarakat.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kejaksaan Negeri Empat Lawang terkait alasan Kasi Intel tidak dapat menemui awak media pada waktu tersebut.