Dua Tahun Tidak Dibayar, Manajemen RSPP Diisukan Siap Bayar Tunggakan Insentif Rp 200 Juta, Publik Desak APH Telusuri Dugaan Kelalaian
SUARAEMPATLAWANG.COM
EMPAT LAWANG – Beredar informasi bahwa pihak manajemen Rumah Sakit Pratama Pendopo (RSPP) diisukan siap membayar total tunggakan insentif tahun 2024–2025 yang nilainya fantastis, yakni mencapai lebih dari Rp 200 juta.
Dari informasi di dalam internal RSPP, pihak manajemen sudah menandatangani surat pernyataan akan membayar insentif selama dua tahun yang tidak mereka bayarkan.
Rencana pembayaran “susulan” ini justru memicu tanda tanya besar di kalangan publik dan pemerhati kebijakan daerah. Jika anggarannya ada dan siap dibayarkan sekarang, mengapa selama dua tahun terakhir hak tersebut tertahan.
Estimasi uang insentif yang belum dibayarkan selama dua tahun (2024–2025) bagi delapan Nakes tersebut diprediksi melampaui angka Rp 200 juta. Munculnya isu bahwa manajemen akan segera melunasi tunggakan tersebut justru memperkuat dugaan adanya ketidakberesan dalam administrasi keuangan pada periode sebelumnya.
Adanya indikasi dana tersebut sempat “diparkir” atau digunakan untuk kepentingan lain yang tidak sesuai peruntukannya membuka pintu masuk APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) harus segera mengaudit dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) RSPP tahun 2024 dan 2025 untuk melihat di mana posisi dana insentif tersebut selama ini.
Aparat Penegak Hukum (APH) Khususnya Unit Tipikor dan Kejaksaan Negeri Empat Lawang, diharapkan segera melakukan pemanggilan terhadap jajaran manajemen lama maupun baru untuk melakukan klarifikasi.
Langkah manajemen yang (diisukan) siap membayar sekarang tidak serta-merta menghapus dugaan pelanggaran hukum yang telah terjadi selama dua tahun terakhir. Oleh karena itu, para pihak mendesak adanya tindakan tegas:
Pihak RSPP belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan. Artikel ini disusun sebagai bentuk kontrol sosial dan diharapkan pihak-pihak terkait dapat segera memberikan pernyataan resmi untuk menjaga integritas institusi kesehatan di Kabupaten Empat Lawang.
