SUARAEMPATLAWANG.COM
LAHAT – Pertanyaan besar kini tengah menghantui benak masyarakat Kabupaten Lahat: Ke mana Satres Narkoba Polres Lahat selama ini? Apakah mereka memang tidak mampu menyentuh para bandar narkoba?
Alih-alih korps Bhayangkara setempat, justru Tim Satgas Anti Narkoba Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) II/Sriwijaya yang bergerak taktis memutus rantai peredaran barang haram tersebut. Dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang dramatis, TNI berhasil menggerebek sebuah rumah kosong di Jl. Pangi, Kelurahan Talang Jawa Utara, Kecamatan Lahat, Sabtu (30/5/2026) pagi.
Aksi kilat ini dipicu oleh laporan intelijen akurat dari agen lapangan mengenai aktivitas peredaran narkoba yang sudah sangat meresahkan warga. Tak pakai lama, Dandeninteldam II/Swj Letkol Kav Wahyudha Saputra langsung mengomandoi personelnya untuk meluncur dari Palembang menuju titik sasaran di Lahat.
Tepat pukul 09.30 WIB, tim menyergap lokasi dan berhasil mengamankan dua aktor utama peredaran narkoba, yakni BH (42), seorang wiraswasta asal Talang Jawa Selatan, Lahat dan AMS (26), pemuda pengangguran asal Kelurahan Bandar Jaya, Lahat.
”Berdasarkan informasi awal, aktivitas peredaran yang diduga dijalankan keduanya berlangsung terang-terangan di lingkungan permukiman warga,” ungkap Letkol Kav Wahyudha Saputra.
Maraknya bisnis haram yang kian berani dan merusak moral generasi muda di Lahat inilah yang akhirnya memicu aparat TNI untuk “turun gunung” demi memulihkan kondusivitas wilayah.
Dari hasil penggeledahan di TKP, petugas mengamankan barang bukti yang tergolong masif. Diduga kuat, kedua pelaku bukan sekadar pengecer biasa. Berikut rincian barang bukti yang disita:
Narkotika: 183 paket sabu siap edar (berat 30 gram), 1 paket besar sabu seberat 16,4 gram, dan 7 butir pil ekstasi/inek.
Uang & Alat Produksi: Uang tunai hasil penjualan senilai Rp 6.248.000, timbangan medis, plastik klip, 3 kotak penyimpanan, 2 botol bong (alat hisap), dan 2 korek api.
2 unit HP dan 1 unit notebook, 2 bilah celurit dan 1 bilah samurai dan satu pucuk pistol lengkap dengan amunisinya (diduga untuk pengamanan bisnis mereka).
Keberhasilan TNI ini di satu sisi mendapat apresiasi tinggi dari warga, namun di sisi lain menjadi tamparan keras bagi fungsi penegakan hukum narkotika lokal. Masyarakat kini blak-blakan mempertanyakan komitmen dan taji Satresnarkoba Polres Lahat dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya sendiri.
