Kualitas Penyidik Unit PPA di Polres Empat Lawang Rendah, Perlu Sekolah Lagi

SUARAEMPATLAWANG.COM

EMPAT LAWANG – Kinerja penyidik Polres Empat Lawang tengah menjadi sorotan tajam. Publik menilai aparat lamban dan dinilai perlu sekolah lagi untuk meningkatkan kompetensi dalam mengusut kasus-kasus yang dilaporkan oleh masyarakat, terutama yang menyita perhatian publik.

​Salah satu yang memicu kekecewaan adalah penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa seorang siswi SMA berinisial M (16) di Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang. Hingga lebih dari 20 hari, kepastian hukum bagi korban belum juga menemui titik terang.

​Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Empat Lawang, AKP Firman, berdalih bahwa proses hukum perkara ini masih panjang. Pihaknya mengaku baru akan kembali melakukan pemanggilan terhadap terlapor. Tak hanya terkesan mengulur waktu, sikap tertutup juga ditunjukkan oleh pihak kepolisian.

“Proses tetap berjalan dilakukan secara profesional, sudah naik ke penyidikan, pihak Polres akan memanggil terlapor,” terang Kasatreskrim, Selasa (9/6).

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim enggan menerima wartawan televisi yang hendak melakukan wawancara mendalam terkait perkembangan kasus ini. Ia berdalih harus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan.

​Dikabarkan oleh keluarga, kondisi korban kini sangat memprihatinkan. Selain mengalami luka fisik akibat dikeroyok tiga orang, remaja di bawah umur tersebut didera trauma psikologis yang berat.

​Penderitaan korban kian berlapis lantaran aksi pengeroyokan tersebut sempat direkam oleh salah satu rekan pelaku dan disebarluaskan hingga viral di media sosial. Akibat dari perundungan digital (cyberbullying) dan penganiayaan yang telanjang di ruang publik itu, korban kini dikepung rasa takut dan malu untuk kembali beraktivitas normal layaknya remaja sebayanya.