Komitmen Bangun SDM: Bupati Joncik Muhammad Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Puncak Are Jelang MPLS

SUARAEMPATLAWANG.COM

​TEBING TINGGI — Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, kembali membuktikan perhatian besarnya terhadap masa depan dunia pendidikan di wilayahnya. Di tengah padatnya agenda pemerintahan, ia turun langsung ke lapangan untuk meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 15 yang berlokasi di kawasan perbukitan “Puncak Are”, Jalan Poros Tebing Tinggi.

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan seluruh fasilitas fisik dan kelayakan sarana pendukung siap digunakan menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) pada Senin (7/9/2026).

Sekolah berbasis boarding school ini merupakan bagian dari program strategis nasional senilai Rp240 miliar dari pemerintah pusat. Pada realisasi tahap kedua, Kabupaten Empat Lawang terpilih bersama dua daerah lain di Sumatera Selatan, yaitu Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI). Pembangunan kawasan pendidikan terpadu ini ditargetkan rampung secara menyeluruh pada September 2026.

Dalam kunjungannya, Joncik menyisir setiap sudut area sekolah untuk memastikan kenyamanan para siswa saat memulai tahun ajaran baru. Pengecekan meliputi

​Fasilitas Utama Gedung sekolah untuk jenjang SD (8 unit), SMP, dan SMA.

​Fasilitas Pendukung Gedung serba guna, masjid, dapur bersama, gedung sosial (gesos), pos jaga, hingga sarana olahraga.

Merespons kunjungan tersebut, koordinator manajemen kontraktor dan penyedia jasa konstruksi, Ciput Mardianto dan Pangeran Sitompul, menegaskan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti berbagai catatan perbaikan dari Bupati dan Kepala Sekolah sebelum kegiatan MPLS resmi dibuka.

​Sekolah Rakyat Terintegrasi Puncak Are diproyeksikan menampung sebanyak 352 siswa, yang terdiri dari 270 siswa baru dan 82 siswa lama. Seluruh peserta didik berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 data kemiskinan ekstrem.

Melalui hadirnya sekolah gratis berkualitas tinggi ini, Bupati Joncik Muhammad berharap anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap dapat mengecap pendidikan yang layak dan setara, sekaligus menjadi sarana strategis dalam memutus rantai kemiskinan di Kabupaten Empat Lawang.