oleh

Pilwako Pagar Alam 2024 Terburuk di Sumsel, Bawaslu Tutup Mata Atas Banyaknya Kecurangan, Potensi Kerusuhan di Depan Mata

SUARAEMPATLAWANG.COM

Desakan agar segera dilakukan Pemunggutan Suara Ulang (PSU), setidaknya di 40 TPS di Kecamatan Pagar Alam Selatan yang disuarakan ribuan masyarakat Kota Pagar Alam terkait ditemukan banyanya kecurangan yang dilakukan penyelenggara pemilu yang dilakukan secara Terstruktur Sistematis dan Masif (TSM) belum membuat Bawaslu Kota Pagar Alam bergeming.

Hal tersebut membuat masyarakat curiga, oknum-oknum di Bawaslu maupun penyelenggara Pemilihan di Kota Pagar Alam diduga ditunggangi oleh salah satu calon Walikota dan Wakil Walikota. 

Padahal bukti yang diberikan pihak Paslon calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 1 dan 2 Hepy-Efsi dan Alpian-Alfikriansyah cukup lengkap, dan sudah bisa untuk dikeluarkannya rekomendasi oleh Bawaslu PSU ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pagar Alam.

Masyarakat peduli Pagar Alam bersama pendukung Hepy-Efsi dan Alpian-Alfikriansyah kompak mengelar unjuk rasa dibeberapa titik mendesak Bawaslu Kota Pagar Alam mengeluarkan rekomendasi PSU dalam beberapa hari belakangan.

Dugaan keperpihakan oknum-oknum di Bawaslu Kota Pagar Alam akan menjadi bom waktu, ancaman pidana kepada para penyelenggara pemilu yang diduga tidak netral sudah didepan mata.

Belum lagi potensi amukan warga dan para pendukung paslon yang merasa dicurangi ditambah lambatnya Bawaslu menanggapi permintaan PSU ditengah bukti-bukti yang nyata, diprediksi akan membuat panas Kota Pagar Alam yang selama ini dikenal akan kesejukannya.

Adanya potensi kerusuhan tim berharap Bawaslu Kota Pagar Alam segera mengeluarkan rekomendasi untuk dilakukannya Pemunggutan Suara ulang di 40 TPS di Kecamatan Pagar Alam Selatan yang terindikasi ditemukan kecurangan.

*Opini ditulis tim redaksi Suaraempatlawang*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *