SUARAEMPATLAWANG.COM
EMPAT LAWANG – Masalah kerusakan jalan nasional yang membelah pusat Kota Tebing Tinggi terus menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. Sebagai wajah ibu kota kabupaten, kondisi jalan ini dinilai krusial bagi mobilitas warga dan perputaran ekonomi daerah.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Empat Lawang kini tengah melakukan koordinasi intensif dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan agar perbaikan segera direalisasikan.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Empat Lawang, Yulius Sugiantara, menegaskan bahwa secara administratif, pemeliharaan ruas jalan tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah Pusat di bawah naungan Balai Besar Bina Marga.
”Secara aturan, kewenangan jalan nasional ada di pihak Balai, termasuk yang melintasi Kota Tebing Tinggi. Namun, kami di tingkat daerah tidak tinggal diam karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat kita,” ujar Yulius.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab tidak hanya sekadar melapor. Dinas PUPR telah melakukan pemetaan teknis untuk mempercepat proses tindak lanjut dari pusat. Setiap titik kerusakan telah didata menggunakan koordinat yang akurat.
Perbaikan diusulkan mulai dari kawasan Pasar Tebing Tinggi hingga Talang Gunung, serta ruas Batas Musirawas – Tebing Tinggi hingga Jembatan Kikim Besar (KM 256).
Kondisi jalan di tengah kota seringkali menjadi titik lelah kendaraan logistik dan pusat aktivitas warga. Kerusakan di titik-titik strategis ini dikhawatirkan dapat menghambat arus transportasi jika tidak segera ditangani.
”Kami sangat berharap pihak Balai memiliki alokasi anggaran yang memadai sehingga pengerjaan bisa dilakukan dalam waktu dekat. Komunikasi terus kami jalin agar pusat memahami betapa mendesaknya perbaikan ini bagi wajah Ibu Kota Empat Lawang,” pungkas Yulius.
