Di Balik Operasi Senyap Penangkapan Andika Berhembus Isu Kriminalisasi

SUARAEMPATLAWANG.COM

​Dunia hukum Sumatera Selatan mendadak pekat oleh kabut misteri. Penangkapan Andika, Ketua Koperasi Plasma PT ELAP/KKST, bukan lagi sekadar berita kriminal biasa—ini adalah potret mencekam tentang bagaimana kekuatan besar diduga mampu membungkam suara rakyat kecil.

​Aroma ketidakadilan ini tercium hingga ke Jakarta. Koalisi Rakyat Empat Lawang (KREL) secara berani mendesak Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR-RI untuk menyeret Kapolda Sumatera Selatan dan Kapolres Empat Lawang ke kursi pemeriksaan. Dalam Rapat Dengar Pendapat di Senayan (21/1/2026), sebuah pertanyaan besar dilemparkan: Apakah hukum sedang ditegakkan, atau sedang dipesan?

​Senin (26/1/2026), BAM DPR-RI akhirnya turun gunung ke Sumatera Selatan untuk membongkar kotak pandora ini.

​Rizki Agung Saputra, SH., MH, sang pembela, tidak gentar menyuarakan kebenaran yang pahit. Ia menegaskan bahwa tuduhan penggelapan terhadap Andika adalah rekayasa jahat dan upaya kriminalisasi yang telanjang.

​”Ini adalah pemutarbalikan fakta yang gila. Bukan Andika yang menggelapkan, justru perusahaanlah yang diduga kuat ‘memakan’ hasil keringat sawit plasma milik rakyat,” tegas Rizki.

​Di sisi lain, Kapolres Empat Lawang, AKBP Abdul Aziz Septiadi, berdiri kokoh di balik narasinya. Di hadapan anggota dewan, pria berpangkat melati dua ini membantah adanya intervensi atau pesanan dari pihak manapun. Ia bersikeras bahwa penangkapan ini adalah murni penegakan hukum atas kasus penggelapan.

​Namun, publik sulit untuk tidak curiga. Isu yang beredar menyebutkan bahwa penggelapan ini mencapai angka fantastis—ratusan miliar rupiah. Sebuah angka yang cukup untuk membuat “siapa pun” rela melakukan apa saja untuk mengamankannya.

​Masyarakat Empat Lawang masih dihantui tanda tanya besar: Mengapa penangkapan seorang ketua koperasi harus melibatkan kekuatan penuh dari Polda Sumatera Selatan?

Keterlibatan “Bintang Dua” dalam pusaran kasus ini menciptakan suasana mencekam, seolah-olah ada kekuatan raksasa yang sedang bergerak di balik bayang-bayang untuk memastikan Andika tetap bungkam di balik jeruji besi.