SUARAEMPATLAWANG.COM
JAKARTA – Isu yang berhembus sebanyak 15 ribu massa aksi yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Empat Lawang (KREL) dan Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) akan melakukan tuntutan di Istana Negara Jakarta pada 15 Februari 2026.
Muhammad Ridwan Deputi Advokasi Dewan Pimpinan Nasional KNARA menjelaskan massa aksi akan estafet dari Pekan Baru menuju titik kumpul di depan Kantor Gubernur Jambi pada tanggal 5 Februari lalu pada tanggal 7 Februari massa dari Pekan Baru dan Jambi menuju Palembang dan kembali berkumpul di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan dan dijadwalkan pada tanggal 9 Februari setelah berkumpul di Kantor Gubernur Lampung massa menyebarang ke Merak dan berjalan kaki menuju Istana Negara.
Edi Susilo Koordinator KNARA Sumsel membenarkan dan siap mengirim 5.000 massa untuk menuntut PT Empat Lawang Agro Perkasa dan PT Karya Kencana Sentosa Tiga (ELAP/KKST) agar izin usaha perkebunan (IUP) dicabut Pemerintah Kabupaten Empat Lawang dan berjuang demi pembebasan Andika ketua Koperasi Plasma yang mereka tuding dikriminalisasi.
Dugaan skandal besar menyelimuti PT ELAP/KKST. Perusahaan sawit raksasa ini dituding beroperasi “liar” tanpa Hak Guna Usaha (HGU). Hal ini dianggap sebagai pembangkangan nyata terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 138/PUU-XIII/2015.
Secara hukum, perusahaan tidak lagi bisa berlindung hanya di balik IUP (Izin Usaha Perkebunan). Berdasarkan ketetapan MK, HGU adalah harga mati. Beroperasinya perusahaan tanpa HGU adalah penghinaan terhadap kedaulatan hukum Indonesia.
Meski situasi kian memanas, Deputi Advokasi DPN KNARA, Muhammad Ridwan, mewanti-wanti agar seluruh massa tetap dalam satu komando.
“Jaga diri, jangan terprovokasi. Kita datang untuk mengetuk nurani Presiden, bukan untuk menciptakan kerusuhan. Tapi ingat, kami tidak akan pulang sebelum keadilan menang,” pungkasnya.
