SUARAEMPATLAWANG
EMPAT LAWANG – Citra Kabupaten Empat Lawang yang agamis tercoreng oleh aksi amoral dan kriminal yang melibatkan oknum aparatur penegak Perda. Dugaan perselingkuhan antara oknum Satpol-PP berinisial TT dan oknum ASN PPPK Damkar berinisial AL berujung pada aksi penganiayaan brutal terhadap seorang rekan kerja.
Kronologi Hubungan Terlarang
Skandal ini mencuat setelah hubungan gelap antara TT (istri orang) dan AL (suami orang) terendus publik. Keduanya diduga mulai menjalin cinta terlarang saat menjalani tugas kedinasan di Kota Palembang. Alih-alih menjalankan tugas negara, perjalanan tersebut diduga kuat menjadi ajang perselingkuhan.
Tuduhan dan Penjebakan
Konflik memuncak saat rahasia perselingkuhan tersebut sampai ke telinga istri sah AL. Merasa tersudut, TT menuduh rekan sekantornya, DA (Desmi Anita), sebagai orang yang membocorkan aib tersebut.
Pada Rabu sore (8/4), TT melancarkan aksi nekat dengan menjebak korban DA untuk datang ke kediamannya dengan dalih ingin melakukan klarifikasi. Namun, setibanya korban di lokasi, TT langsung mengunci pintu dan melakukan penyekapan.
Aksi Brutal di Ruang Tertutup
Di dalam rumah tersebut, TT melakukan tindakan anarkis. Korban dihantam menggunakan toples kaca tepat di bagian kepala. Akibat serangan brutal ini, korban DA mengalami:
Luka robek serius di bagian kepala kiri.
Mendapatkan tindakan medis berupa 5 jahitan.
Diduga mengalami gangguan saraf akibat trauma hantaman benda tumpul.
Noda Hitam Instansi
Tindakan oknum Satpol-PP yang seharusnya menjadi teladan ketertiban umum ini menuai kecaman luas. Kasus ini kini menjadi sorotan tajam karena dianggap sebagai “noda hitam” di balik slogan agamis yang selama ini dijunjung tinggi oleh Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.
Hingga berita ini diturunkan, kasus penganiayaan tersebut tengah menjadi perbincangan hangat dan diharapkan mendapat tindakan tegas dari instansi terkait.
