SUARAEMPATLAWANG.COM
EMPAT LAWANG – Dua orang kakak beradik asal desa Rantau Dodor, Kecamatan Pendopo Barat berinisial PK dan DL terlibat dalam dua kasus kriminalitas berbeda sudah dilaporkan ke Polres Empat Lawang, Polda Sumatera Selatan hingga kini belum juga berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian.
Kasus terbaru melibatkan sang kakak yang melakukan aksi penusukan brutal, menyusul jejak sang adik yang sebelumnya terlibat pengeroyokan massal terhadap seorang siswi SMA.
Aksi kriminalitas pertama yang disorot terjadi pada Kamis malam, 28 Mei 2026, sekitar pukul 23.59 WIB. Sang kakak yang diketahui berinisial PK (23), nekat menusuk tetangganya sendiri, Dodi (34).
Peristiwa berdarah ini terjadi di dekat Masjid Nurul Mukminin, Desa Rantau Dodor, di mana saat itu tengah berlangsung acara hajatan warga. Menurut informasi yang dihimpun, PK melakukan aksi nekatnya tersebut dalam kondisi mabuk berat akibat pengaruh minuman keras. Tanpa sebab dan alasan yang jelas, pelaku tiba-tiba menyerang dan menusuk korban.
Akibat serangan mendadak tersebut, Dodi mengalami luka tusuk yang sangat serius. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dan harus menjalani operasi besar demi menyelamatkan nyawanya. Hingga saat ini, pihak keluarga korban masih diselimuti trauma mendalam dan berharap penuh agar Polres Empat Lawang bisa segera meringkus PK.
Mirisnya, rekam jejak kriminalitas di keluarga ini tidak hanya dilakukan oleh PK. Sembilan hari sebelum penusukan tersebut, tepatnya pada Selasa, 19 Mei 2026, adik kandung PK yang berinisial DL, telah lebih dulu melakukan aksi kekerasan.
DL bersama dua orang rekannya diduga kuat melakukan pengeroyokan secara sadis terhadap seorang siswi SMA di wilayah Ulu Musi dan videonya viral di media sosial. Meski laporan kepolisian telah dilayangkan dan identitas para pelaku sudah mengarah jelas kepada DL dan komplotannya, pihak Polres Empat Lawang dinilai belum mampu membekuk para pelaku.
”Kami merasa tidak aman. Kakak beradik ini membuat resah, yang satu mengeroyok anak sekolah, yang satu lagi menusuk orang sampai masuk rumah sakit. Tapi kenapa sampai sekarang polisi belum juga menangkap mereka?” ujar Keluarga korban penusukan yang dilakukan PK.
Dengan tidak ditangkapnya kakak beradik pelaku kriminal, masyarakat menilai ini sebuah kedunguan yang mengendap di tubuh Satreskrim Polres Empat Lawang dan pimpinannya. Masyarakat berharap agar pihak polres empat lawang bertindak cerdas dan cepat.
