SUARAEMPATLAWANG.COM
EMPAT LAWANG – Kawasan Pulo Mas di Kecamatan Tebing Tinggi, yang seharusnya menjadi destinasi santai bagi warga Kabupaten Empat Lawang, mendadak berubah menjadi sirkuit dadakan. Fenomena balap liar yang didominasi oleh remaja kian marak dan seolah tak tersentuh hukum, seperti yang terlihat pada Minggu sore (25/1).
Pulo Mas belakangan ini memang menjadi primadona baru. Mulai dari warga yang ingin berolahraga, sekadar jalan-jalan sore, hingga pemburu kuliner tumpah ruah di sana. Namun, suasana nyaman tersebut seketika buyar oleh raungan knalpot brong dan aksi ugal-ugalan para pemuda di jalanan.
Aksi ini memicu kekhawatiran serius, terutama bagi pengunjung wanita. Mereka mengaku was-was saat harus melintas di area yang dijadikan lintasan balap tersebut.
”Harus diviralkan dulu, baru ditertibkan oleh polisi,” cetus salah satu pengunjung dengan nada sarkas sembari merekam aksi berbahaya tersebut menggunakan ponselnya.
Ironisnya, balapan ini berlangsung tepat di jam produktif warga, yakni antara pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Padahal, itu adalah waktu puncak di mana arus pengunjung keluar-masuk kawasan Pulo Mas sedang ramai-ramainya.
Ketidakhadiran petugas di lapangan membuat para pembalap liar ini merasa “di atas angin” tanpa ada hambatan berarti. Kini, bola panas ada di tangan aparat kepolisian.
Warga berharap pada Minggu depan, personel polisi lalu lintas sudah berjaga di lokasi agar fungsi Pulo Mas sebagai ruang publik yang aman bisa kembali dinikmati.
