Revolusi Gizi Ulu Musi: Ketika Nasib Anak Bangsa Ditentukan oleh Hitungan Biji Kurma

SUARAEMPATLAWANG.COM

ULU MUSI – ​Dunia kuliner dan kesehatan patut bertekuk lutut pada inovasi luar biasa dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ulu Musi, Empat Lawang. Siapa sangka, perbedaan antara porsi “Besar” dan “Kecil” untuk pertumbuhan anak bangsa ternyata tidak terletak pada karbohidrat atau protein, melainkan pada statistik jumlah biji kurma.

​Koordinator MBG Kabupaten Empat Lawang, Erando, dengan santainya menjelaskan bahwa pembeda utama porsi besar dan kecil hanyalah jumlah kurma (25/2). Sebuah terobosan yang luar biasa irit—mungkin mereka percaya bahwa satu butir kurma tambahan memiliki kekuatan setara satu porsi steak wagyu.

​Namun, yang lebih mengagumkan adalah “Seni Berhitung” ala Ketua SPPG Ulu Musi, Johan Saputra. Mari kita telaah menu mewah seharga Rp 10.500 yang mereka klaim:

Satu butir Telur Asin: Dibanderol Rp 5.000 (Mungkin bebeknya lulusan S2).

​Tempe Bacem: Rp 2.000.

​Bakpau Isi Kelapa: Rp 2.000.

​5 Biji Kurma: Rp 1.500.

​Jika ditotal secara manual, hasilnya adalah Rp 10.500. Namun, entah karena terlalu dermawan atau lupa membawa kalkulator, mereka mengklaim telah melakukan “subsidi” demi gizi anak. Padahal, bagi mata orang awam, menu tersebut terlihat lebih mirip paket takjil darurat daripada standar gizi nasional yang dicanangkan pemerintah.

​Yayasan Alwaqiah Rizki Barokah di Desa Muara Kalangan ini disebut-sebut sebagai contoh yang patut ditiru. Benar sekali, patut ditiru bagi siapa pun yang ingin belajar cara memadatkan anggaran besar ke dalam wadah porsi kecil yang isinya didominasi oleh harapan dan doa.

​Di saat daerah lain sibuk memastikan asupan protein hewani dan sayuran segar, Ulu Musi cukup memberikan kurma. Mungkin filosofinya adalah: “Semakin banyak biji kurmanya, semakin cerdas otaknya.”

​Sungguh mulia manajemen SPPG ini. Mereka membuktikan bahwa gizi anak Indonesia memang lebih penting daripada keuntungan—setidaknya di atas kertas dan pesan WhatsApp. Mari kita tunggu, apakah di porsi “Besar” nanti, anak-anak akan mendapatkan tambahan dua biji kurma lagi atau justru hanya tambahan bijinya saja?