Satu Keluarga Diserang Wabah DBD: Satu Meninggal Dunia, Dua Masih Rawat Intensif

SUARAEMPATLAWANG

Empat Lawang – Satu keluarga di Kelurahan Pagar Tengah, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, dilaporkan terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Musibah ini merenggut nyawa putri kedua keluarga tersebut, Dinara Laika (7), yang meninggal dunia pada Rabu (25/02/2026) pukul 03.00 WIB.

​Sementara itu, dua anggota keluarga lainnya, Ahmad Wafir (10) dan Azka Al Fahri (1), saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang. Keduanya didiagnosis DBD dengan kondisi trombosit yang terus menurun setiap harinya.

​Dalam suasana duka di ruang Zaal Anak RSUD Empat Lawang, Suci Melica Sari (35) menuturkan bahwa suaminya, Nopran (34), bersama Ahmad Wafir dan Azka, mulai menunjukkan gejala demam sejak hari Minggu. Mereka sempat dibawa ke sebuah klinik. Namun pada hari Senin, anak kedua mereka, Dinara Laika, menyusul sakit dengan gejala yang lebih berat.

​”Karena mengalami gejala kejang-kejang, demam tinggi, dan mata mendelik ke atas, pukul 04.00 subuh dirujuk ke RSUD Tebing Tinggi. Saat itu trombositnya masih di atas 150. Namun karena trombosit terus menurun, ia akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Palembang hingga akhirnya meninggal dunia,” ujar Suci.

Taufik, salah satu kerabat korban, telah mencoba berkomunikasi dengan pihak Puskesmas Pendopo untuk segera memutus mata rantai penularan DBD melalui pembasmian nyamuk dewasa. Ia juga berkoordinasi dengan Lurah Pagar Tengah agar dilakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang efektif melalui aksi 3M: Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas.

​Di sisi lain, pemerhati lingkungan yang berdomisili di Kelurahan Pagar Tengah, Herlian Juanda Eitsel, berharap pihak terkait—mulai dari Puskesmas Pendopo, pihak Kelurahan, hingga Kecamatan—segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten dan RSUD Tebing Tinggi. Koordinasi ini diperlukan untuk mengonfirmasi kejadian tersebut agar segera diambil tindakan medis di lapangan, termasuk kepastian perlu tidaknya dilakukan pengasapan (fogging) di lingkungan rumah korban. (Waton)