SUARAEMPATLAWANG.COM
EMPAT LAWANG – Kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) bernama Meliza di Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, hingga kini belum juga menemukan titik terang.
Peristiwa pilu yang menimpa korban di bawah umur ini sebenarnya telah dilaporkan ke pihak kepolisian satu hari setelah peristiwa terjadi, Rabu, 20 Mei lalu. Namun, hingga saat ini, ketiga perempuan dewasa yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan dilaporkan belum juga diperiksa, apalagi ditahan oleh jajaran Polres Empat Lawang.
Ayah korban, Nizar, sangat berharap aparat kepolisian dapat bertindak cepat dan tegas. Terlebih, selain mengalami kekerasan fisik, korban juga harus menanggung beban psikologis yang berat.
Saat aksi pengeroyokan terjadi, salah seorang rekan pelaku diduga sengaja merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel dan menyebarkannya hingga viral di media sosial. Akibat dari tindakan perundungan dan penganiayaan yang disebarluaskan itu, korban kini diselimuti rasa ketakutan dan malu untuk beraktivitas layaknya remaja seumurannya.
Kondisi ini memancing sorotan tajam dari masyarakat setempat. Suplan, salah seorang warga Kabupaten Empat Lawang, mengekspresikan kekecewaannya atas lambatnya respons dari aparat penegak hukum dalam menangani kasus kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur.
”Kami sangat menyesalkan lambatnya kinerja aparat kepolisian dalam menangani kasus yang menimpa anak ini. Seharusnya kasus seperti ini menjadi prioritas karena menyangkut masa depan anak,” ujar Suplan kesal.
Suplan juga mendesak agar Kapolres Empat Lawang mengambil atensi khusus terhadap kasus-kasus kekerasan yang telah menyita perhatian publik ini. Menurutnya, polisi harus lebih peka terhadap kondisi psikologis korban yang mengalami trauma berat akibat dikeroyok dan dipermalukan di jagat maya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga dan masyarakat Empat Lawang masih menunggu kepastian hukum serta tindakan nyata dari Polres Empat Lawang untuk segera mengusut tuntas kasus ini demi keadilan bagi korban.
Meliza berdasarkan video yang beredar dikeroyok oleh tiga orang berinisial D, I, dan N. Ketiganya merupakan perempuan dewasa berpenampilan modis pada selasa (19/5) di depan sebuah kedai bakso di Padang Tepong, Kabupaten Empat Lawang.
