Foto tangkapan layar
SUARAEMPATLAWANG.COM
EMPAT LAWANG — Sebuah unggahan di media sosial mendadak viral dan gempar diserbu netizen. Akun Facebook bernama Yeza Dwi Sepke membagikan kisah tragis yang dialami keluarganya saat berobat di Klinik Zahira Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, pada Minggu (26/7).
Unggahan tersebut dibagikan di grup Facebook populer “Lintang Empat Lawang Group” dan langsung memicu amarah warganet.
Hanya dalam kurun waktu dua jam sejak diunggah, postingan tersebut sudah disukai oleh 461 orang, dibanjiri 181 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 139 kali.
Berdasarkan keterangan pengunggah di kolom komentar, insiden penyerangan ini dipicu oleh dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum pegawai klinik. Oknum tersebut secara diam-diam meminta uang sewa kamar tanpa sepengetahuan dokter maupun manajemen resmi Klinik Zahira.
Padahal, pihak keluarga pasien merupakan peserta aktif BPJS Kesehatan Kelas 1 yang seharusnya mendapatkan fasilitas tanpa biaya tambahan.
”Mintak duet kamar bayar jalan bawah jngn kuan jmo Pdhal kami bpjs kantor no 1 myeg ngpo harus myeg kamar sedangkan sglonyo gratis pas kami nak kluag udm mgreb kami Nedo Ajong Jdi kami mintak umum bae kami myeg sglonyo Nedo paya gunakan bpjs malah Dio Ktk etika ngomong ngencang2 lngsong ngeroyok…” tulis pengunggah menggunakan bahasa daerah setempat.
Pengunggah menjelaskan bahwa oknum pegawai tersebut meminta uang secara “di bawah tangan”. Karena merasa dipersulit dan oknum tersebut berbicara dengan nada tinggi tanpa etika, perselisihan pun tak terhindarkan hingga berujung pada aksi pengeroyokan.
Dampak dari pengeroyokan tersebut terbilang parah. Dari rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat ceceran darah segar membasahi lantai Klinik Zahira.
Korban mengalami Luka memar/lebam di bagian tangan dan Luka terbuka pada telapak tangan.
Kejadian ini semakin memanas setelah beredar informasi di kolom komentar yang mengungkap identitas terduga pelaku. Salah satu netizen menyebutkan bahwa terduga pelaku pengeroyokan utama merupakan keponakan dari pemilik Klinik Zahira berinisial DL, yang melakukan aksi penganiayaan tersebut bersama adiknya.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut terus dibanjiri kritik pedas dari masyarakat Empat Lawang yang mengecam tindakan premanisme dan dugaan pungli di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut. Warganet mendesak aparat kepolisian setempat untuk segera turun tangan dan memproses hukum para pelaku.
