SUARAEMPATLAWANG.COM
EMPAT LAWANG — Pekan ketiga masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 05 Sekolah Tinggi Dirosat Islamiyah Imam Syafi’i (STDIIS) Jember, Jawa Timur di menyelenggarakan kegiatan “Gerakan 10 UMKM Desa: Pelatihan, Permodalan, dan Pendampingan Berbasis Digital” pada Minggu (9/8/2026) di Desa Lingge, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun UMKM Desa yang Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Saing Melalui Digitalisasi” tersebut merupakan salah satu program yang telah dirancang oleh mahasiswa KKN Kelompok 05 sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan ke lokasi pengabdian.
Program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendorong peningkatan perekonomian masyarakat desa, khususnya melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui program tersebut, mahasiswa menargetkan lahirnya 10 UMKM di Desa Lingge yang dapat tumbuh dan berkembang secara bertahap serta mampu memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usahanya.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok 05 KKN STDIIS Jember, Devin Arista Rosid. Dalam sambutannya, Devin menyampaikan bahwa program UMKM tersebut bukanlah kegiatan yang disusun secara spontan, melainkan telah dipersiapkan sejak sebelum kelompok KKN berangkat ke Desa Lingge.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar mahasiswa KKN untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan potensi ekonomi masyarakat Desa Lingge.
“Kegiatan UMKM ini merupakan program yang sudah kami rancang dari jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Harapannya, melalui program ini kami dapat ikut mendorong peningkatan ekonomi desa dan mencetak 10 UMKM yang nantinya dapat berkembang sedikit demi sedikit,” ungkap Devin dalam sambutannya.
Setelah sambutan Ketua Kelompok KKN, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Budi Irawan, S.KM., selaku Kepala Desa Lingge.
Dalam sambutannya, Budi Irawan menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pelaksanaan program Gerakan 10 UMKM Desa: Pelatihan, Permodalan, dan Pendampingan Berbasis Digital yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN STDIIS Jember.
Menurutnya, masyarakat Desa Lingge membutuhkan pembinaan dan pendampingan dalam mengembangkan UMKM, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan digitalisasi usaha. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus bagi masyarakat untuk mulai membangun usaha maupun meningkatkan kualitas usaha dan produk yang telah dimiliki.
Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk berwirausaha, sekaligus mendorong produk-produk lokal Desa Lingge agar memiliki daya saing yang lebih baik.
Usai rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Materi 1: “Membangun Mental Wirausaha dan Pengelolaan Keuangan Usaha” yang disampaikan oleh Erwin Todi, S.Sos., selaku Kasi Pemerintahan Kecamatan Pendopo Barat.
Materi pertama berfokus pada pentingnya membangun mental kewirausahaan sekaligus kemampuan mengelola keuangan dalam menjalankan sebuah usaha. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memiliki pola pikir seorang wirausaha, keberanian dalam memulai usaha, serta kemampuan mengelola keuangan agar usaha dapat berjalan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi langsung dengan narasumber serta menyampaikan berbagai pertanyaan dan persoalan yang berkaitan dengan usaha.
Memasuki sesi berikutnya, peserta mendapatkan Materi 2: “Digitalisasi UMKM” yang disampaikan oleh Nyayu Aisyah, S.E., dari Dinas UKM dan Koperasi Kabupaten Empat Lawang sekaligus Pendamping Proses Produk Halal.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan pentingnya pemanfaatan media digital dalam pengembangan UMKM. Digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis agar pelaku usaha desa dapat memperluas jangkauan pemasaran, memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas, serta mengikuti perkembangan pola bisnis di era teknologi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, sebelum memasuki rangkaian penyerahan bantuan modal stimulasi usaha secara simbolis kepada peserta. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam memulai maupun mengembangkan usaha yang telah dirintis.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan surat komitmen, foto bersama, dan penutupan oleh pembawa acara.
Kegiatan Gerakan 10 UMKM Desa yang diikuti oleh warga Desa Lingge tersebut berlangsung dengan lancar dan sukses. Melalui program ini, mahasiswa KKN Kelompok 05 STDIIS Jember berharap pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi dapat dilanjutkan melalui proses pendampingan usaha selama satu bulan.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun UMKM Desa Lingge yang mandiri, inovatif, berdaya saing, serta mampu memanfaatkan digitalisasi, sehingga pada akhirnya dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat dan kemajuan Desa Lingge.
