oleh

Optimalisasi Program Pelepasan Bibit Ikan

SEL Empat Lawang – Hari ini (12/04) bertempat di pendopoan kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) diperkenalkan inovasi yang digagas oleh Noperman Subhi camat Paiker dengan tema

“Optimalisasi Program Pelepasan Bibit Ikan Oleh Pasangan Pengantin Sebagai Upaya Melestarikan Habitat Ikan Sungai dan Mewujudkan Pasemah Air Keruh Sebagai Lumbung Ikan di Kabupaten Empat Lawang.

Program pelepasan bibit ikan telah berjalan dan dilaksanakan, bermula dari desa Air Mayan dan Muara Rungga. Untuk di Air Mayan langsung dikawal oleh kepala desa langsung, sementara di Muara Rungga kepala desa bekerjasama dengan lembaga adat yang bernama badan rasan Muara Rungga, begitu juga didesa lain, Nanjungan, Keban Jati, Lawang Agung dan Pagar Jati.

Noperman Subhi ketika diminta latarbelakang adanya program ini berawal dari penyebaran bibit ikan di sungai Ayik Angat, salah satu sungai yang ada di Paiker.

Selama ini pelepasan bibit ikan oleh pemerintah dan masyarakat Paiker yang sukses dirantau merupakan hal biasa, akan tetapi masih ditemukan masyarakat yang mengambil ikan sembarang seperti dengan cara mutas (meracun) maupun di sentrum.

Dengan pelepasan langsung dari masyarakat, khususnya yang bermukim di Paiker maka rasa tanggungjawab lebih mumpuni karena merasa ada hak untuk mengawasi dan menegur langsung mereka yang mengambil ikan dengan cara yang tidak benar.

Pelepasan bibit ikan oleh pengantin juga dianggap sebagai simbol kemandiri dari pasangan pengantin untuk lepas dari tanggungjawab orangtua dan mandiri mengarungi kehidupan serta kelak dapat berkembang melawan tantangan yang ada. Paiker terkenal dengan makanan khasnya berupa lemang yang dimakan dengan ikan goreng.

Ketika bicara lemang bahannya tidak masalah seperti beras ketan dan kelapa serta bambu semua tersedia di Paiker, tetapi ketika bicara tentang ikan, khususnya ikan nila, mau tidak mau menyebut jika sebagian besar berasal dari luar Paiker. Artinya keberadaan ikan sungai atau air tawar di Paiker sudah dalam batas masalah, yaitu terbatas atau berkurangnya habitat ikan didaerah ini. Untuk itu semua komponen, baik pemerintah, swasta, masyarakat diharapkan mendukung program ini.

“Kita harus optimalkan program ini dan harus dibuat pedomannya secara utuh sehingga tujuan jangka pendek hingga jangka panjangnya kesampaian yaitu bisa meningkatkan SDM dalam penegakan pedoman pelepasan bibit ikan dan mewujudkan Paiker sebagai lumbung ikan

” sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda yang hadir mendukung kegiatan ini asal dilaksana secara sungguh-sungguh, jangan sebatas program diatas kertas.

Dalam kata akhirnya Noperman Subhi memaparkan beberapa tahapan yang dilakukan selama 2 bulan ini, mulai membuat tim kerja, pembuatan pedoman, sosialisasi pedoman, uji coba sampai launching pelaksanaan pedoman program pelepasan bibit ikan oleh pasangan pengantin di sembilan sungai yang mengalir di Paiker.

Apabila tahapan tersebut dapat diwujudkan, maka program yang rancang akan menjadi kriteria keberhasilan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *