Siswa SMA di Ulu Musi Babak Belur Dikeroyok Tiga Wanita, Video Kekerasan Dikirim Teman

SUARAEMPATLAWANG.COM

EMPAT LAWANG — Video aksi kekerasan brutal yang menimpa M, seorang anak di bawah umur yang masih berstatus siswi SMA Negeri 1 Ulu Musi pada Selasa (19/5) berujung dilaporkannya tiga perempuan dewasa berpenampilan modis terduga pelaku pengeroyokan ke Mapolres Empat Lawang.

​Tanpa belas kasihan, para pelaku menghujani tubuh korban dengan pukulan dan hantaman keras di depan belasan warga yang menonton. Akibat serangan brutal tersebut, M menderita luka lebam mengerikan di bagian kepala, leher, serta dada belakang. Tak hanya itu, tangan korban juga mengalami luka robek serius yang terus mengeluarkan darah saat mencoba menghalau serangan bertubi-tubi dari ketiga pelaku.

​Mirisnya, video saat korban mengalami pengeroyokan justru dikirimkan oleh teman terduga pelaku, belum jelas maksud dikirimnya video tersebut yang kini menjadi bukti tidak terbantahkan terjadinya peristiwa tersebut.

Saat peristiwa mencekam itu terjadi, ayah korban, Nizar, sedang memeras keringat di ladang, tak mengetahui bahwa putri kesayangannya sedang berjuang bertahan hidup dari amukan para pelaku. Kenyataan pahit baru terungkap saat malam turun ia dikabari bahwa putri kesayangannya menjadi korban pengeroyokan.

​”Saya tidak terima anak kesayangan saya diperlakukan seperti binatang,” ungkap Nizar dengan amarah yang tertahan di Mapolres Empat Lawang.

​Digerakkan oleh rasa murka dan luka hati melihat kondisi putrinya, Nizar langsung mendatangi unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Empat Lawang pada Rabu (20/5). Korban langsung dilarikan ke RSUD Empat Lawang untuk menjalani visum demi mengumpulkan bukti-bukti kekejaman para pelaku.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga terduga pelaku pengeroyokan keji ini berinisial D, I, dan N. Ketiganya merupakan perempuan dewasa berpenampilan modis. Dua pelaku diketahui berasal dari Kecamatan Sikap Dalam, sementara satu lainnya merupakan warga Ulu Musi.

​Keluarga korban kini hanya bisa berharap pada keadilan. Ayah korban mendesak pihak kepolisian untuk bergerak cepat memburu dan menyeret ketiga pelaku ke balik jeruji besi.