oleh

Lebih Dekat Dengan Sekretaris Disdikbud Empat Lawang

21 Tahun Berkecimpung Didunia Pendidikan

Guru atau pun pendidik adalah ‘pahlawan tanpa jasa’. Mungkin kata-kata tersebut pantas disematkan untuk Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Empat Lawang Gatmir S.Pd M.si. Seperti apa sosoknya ?

Laporan Muhammad Iqbal Bakti-Tebing Tinggi

Pria kelahiran Pilla Ranau Kabupaten Oku Selatan 1 Februari 1963, mengawali karir sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi guru di SMAN 1 Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Dunia Pendidikan bagi dirinya bukanlah hal yang baru.

“Saya pertama kali diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai guru, jika dihitung-hitung sudah 21 tahun saya berkecimpung didunia pendidikan,” kata Gatmir diruang kerjanya yang berukuran 2 x 2 meter dan dua cangkir kopi hangat diatas meja kerjanya menemani perbincangan kami.

Suami dari Yeni Rahmawati yang telah dikaruniai anak bernama Atira Nabila mengaku, jika sebenarnya jiwa pendidikan sampai saat sulit untuk ia lepas. Sebab apa ? karena sudah puluhan tahun ia mengajar, tentu tak sedikit pengalaman yang ia dapat saat menjadi tenaga pendidik. “Kalau bercerita tentang pengalaman didunia pendidikan ini cukup banyak. Sebab itu sampai saat ini dunia pendidikan masih melekat sekali didiri saya,” tuturnya.

Dalam bekerja dirinya memilih ikhlas sebagai prinsip dalam melaksanakan tugas yang dipercayai kepadanya. Menurut pria yang berperawakan tinggi ini, jika suatu pekerjaan didasari dengan rasa ikhlas tentu akan terasa ringan dalam melaksanakannya.

“Boleh dibuktikan jika kita ikhlas dalam bekerja pasti terasa ringan dan tidak terbebani dalam melaksanakan tugas atau suatu pekerjaan. Apalagi jika kita memiliki teamwork, seberat apapun tugas dan pekerjaan akan menjadi ringan,” ujar Gatmir, seraya menambahkan jika tidak sedikit organisasi yang telah ia ikuti, antaranya Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), KNPI dan lainnya.

Pria yang memiliki motto dalam hidup yakni ‘Jadilah diri sendiri, jangan menjadi orang lain’ ini berpesan, kepada seluruh tenaga pendidik yang ada di ‘Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati’ agar berkerja secara profesional dan bertanggung jawab. Jadikanlah sekolah itu sebagai lingkungan tempat proses pendidikan yang nyaman dan kondusif.

“Seorang guru itu harus memiliki rasa tanggungjawab lebih terhadap dunia pendidikan. Sebab sosok seorang guru itu lah yang melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul dan dapat mengharumkan nama Kabupaten Empat Lawang melalui dunia pendidikan,” ungkapnya.

Tidak sedikit saat ini mantan muridnya yang berkiprah di Pemerintahan, politik maupun swasta. Melihat mantan anak murid telah sukses merupakan kebahagian tersendiri bagi dirinya.

“Jika bertemu dengan anak-anak murid saya dulu yang saat ini telah sukses, saya merasa bangga dan senang,” tuturnya. *

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *