oleh

Emak-emak Dapat Pelatihan

Pengembangan Ekonomi Perempuan Melalui industri Rumahan

EMPAT LAWANG – Sejumlah ibu-ibu perwakilan 10 kecamatan di Kabupaten Empat Lawang, mengikuti pelatihan pengembangan ekonomi perempuan melalui industri rumahan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Empat Lawang, di aula Hotel Kito Tebing Tinggi, Senin (25/3/2019).

 

SAMBUTAN : Sambutan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Empat Lawang, Agus Rochmad Basuki.

Kepala DPMDP3A Kabupaten Empat Lawang, Agus Rochmad Basuki menyampaikan, kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 50 ibu-ibu perwakilab 10 kecamatan di wilayah Kabupaten Empat Lawang.

“Sementara tema kegiatan adalah, dengan terlaksananya kegiatan pengembangan ekonomi perempuan melalui industri rumahan, kita ciptakan perempuan yang produktif dan mandiri sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dalam pembangunan Nasional menuju Empat Lawang Madani,” urai Agus dalam laporannya.

SAMBUTAN : Sambutan Sekda Empat Lawang Edison Jaya.

Sementara itu, Sekda Empat Lawang, H Edison Jaya mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh kaum ibu. Dalam bahasa yang trend dikalangan saat ini adalah Emak-emak. Menurut dia, Emak-emak adalah sosok yang paling konsisten. “Beda dengan bapak-bapak,” ujarnya.

Tugas seorang ibu di rumah tangga, sebut Sekda Empat Lawang, sangat berat. Apalagi jika masih ada anak yang masih menjalani pendidikan di sekolah, tugas seorang ibu sangat berat dan sulit dibayangkan bagi kaum bapak.

“Karenanya pada hari ini, DPMDP3A Kabupaten Empat Lawang, memberikan pelatihan bagi kaum ibu bagaimana membuat dan mempraktekan strategi membuat industri rumahan dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarga,” terangnya.

Lebih lanjut Edison menyampaikan, banyak produk-produk yang mudah dibuat dan dapat dijadikan industri rumahan. Salah satunya membuat berbagai kerajinan tangan yang dapat ditingkatkan nilainya sehingga laku di pasaran.

“Melalui pelatihan ini diharapkan para ibu dapat dibekali bagaimana membuat suatu barang yang sebelumnya tidak berguna menjadi punya nilai jual tinggi yang tentunya dapat meningkatkan ekonomi keluarga,” harapnya. (20)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *