oleh

Nasib Malang Dialami Sofyan, Pasca Pengunduran Diri Sebagai Tukang Kebersihan

SEL Empat Lawang – Sungguh malang nasib yang dialami Sopyan (56) Warga Kelurahan Kupang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang yang harus mengundurkan diri dari pekerjaan yang ia tekuni selama puluhan tahun karena masalah sepele

Sopyan yang akrab dipanggil Yan berprofesi sebagai tukang kebersihan (Penunggu bak Countainer) dari tahun 2010 , yang bekerja di dinas lingkungan hidup daerah (DLHD) kabupaten empat lawang, yang mana pekerjaan setiap harinya memasukan sampah dari pembuangan masyarakat ke dalam bak yang bernama Countainer yang ditempatkan di pasar pulo mas tebing tinggi.

Dengan bergaji 50.000 perhari semenjak kepemimpinan kepala dinas yang baru dimulai pada bulan januri 2021kemarin,dirinya tetap bersemangat untuk memberikan yang terbaik untuk kabupaten empat lawang agar tidak terlihat kotor oleh sampah sampah yang berserakan demi mendukung visi misi bupati dan wakil bupati untuk mewujudkan empat lawang madani salah satunya yaitu keindahan.

Biasanya pagi dan sore dirinya selalu mengecek/memantau apakah bak penampungan sampah (container) sudah penuh atau belum,

Apabila sudah penuh ia langsung bergegas menghubungi rekannya dan meminta untuk menarik bak container menggunakan mobil truk (Mobil Amrul) untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang berlokasi di jalan poros noerdin pandji.

“Saya setiap pagi dan sore selalu mengecek bak container apakah sudah penuh atau berserakan,biasanya saat ditemui sampah sampah berserakan tidak dimasukan oleh oknum yang membuang sampah,maka dari itu saya membersihkan dan memasukannya kedalam bak countainer,”Ungkap Sopyan yang setiap hari bekerja mengendarai sepeda motor butut berwarna putih itu pada awak media.

Dijelaskan Kata Sopyan, ada beberapa buah bak countainer yang diletakan diberbagai lokasi ,namun Sopyan ditugaskan untuk membersihkan countainer yang berada dipasar pulo mas.

“Kalau countainer lainnya itu masih enak tidak terlalu banyak warga yang membuang sampah,tapi kalau disini pusat pembelanjaan dimana masyarakat tebing tinggi banyak yang membuang sampah disini,terkadang kuwalahan karena terlalu banyak sampah sampai sampai bak countainer tidak muat lagi,”Ujarnya

Namun terhitung hari ini dirinya tidak lagi bekerja sebagai pembersih / penunggu bak countainer karena ia dialih tugaskan ke pekerjaan lainnya

“Info yang saya dapat ada pengganti saya yang masih dekat dengan orang besar,karena saya dilaporkan oleh pengawas tidak pernah masuk kerja,dan saya di alihkan untuk membersikan serokan (Siring,Red) dengan gaji 500 perbulan,”Ucapnya dengan lesu.

Tetapi dirinya tidak ambil pikir kenapa pengawas itu bisa melaporkan dirinya tidak masuk bekerja sedangkan pengawas itu sendiri sibuk dengan pekerjaannya (Berdagang,Red) membantu istrinya.

“Pak kalau saya tidak masuk bekerja otomatis sampah sampah disini berserekan atau berhamburan tapi faktanya tidak ada sampah yang berserakan,saya tidak tau kenapa pengawas itu sangat berambisi untuk memberhentikan saya ,ini yang kedua kalinya pengawas itu bersikeras melaporkan saya, karena pernah waktu lalu pengawas itu memecat saya padahal pengawas dengan saya itu sama sama TKS (Tenaga kerja sukarela) yang bekerja dipemerintahan,”Cetusnya.

Mungkin kata Sopyan,karena dirinya hanya orang kecil dan lemah,oleh karena itu dianggap sebelah mata ,kendati demikian Sopyan pasrah atas keputusan yang telah diberikan kepadanya.

“Beginilah nasib orang kecil pak selalu diremehkan dan di pandang sebelah mata,biarlah tuhan saja yang membalasnya,”Tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Empat Lawang IRTANSI,SE melalui Kabid Sampah B3 Reza Fahlevi membenarkan bahwa ada satu petugas kebersihan yang dipindahkan.

“Satu ditugaskan pak kadis ke selokan karena kata pak kadis dia (Petugas Kebersihan) pemalas,cuma satu pindahkan kalau yang lain tetap,”Kata Reza Fahlevi

Disisilain mantan kabid sampah B3 Sukarno yang pernah juga memimpin / membidangai para tukang kebersihan menuturkan kalau dimasa kepemimpinannya menjadi kabid sampah penilaian dirinya terhadap Sopyan sangatlah bagus dan rajin.

“Alhamdulilah bagus karena saya sendiri yang langsung mengecek petugas kebersihan dilapangan ,”Kata Sukarno sembari mengacungkan Jempol.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *